Pali - ReaksiBerita.com - Transparansi yang ditampilkan di lingkungan PT Pertamina Hulu Rokan Zona 4 Adera Field Unit Bisnis Ekplorasi dan Produksi (UBEB) desa Pengabuan, kini disindir sebagai sandiwara administratif rapi di atas kertas, namun diduga sudah dikondisikan sejak awal.
Koordinator FPR PALI, Syafri, menegaskan dugaan monopoli proyek dan pengaturan rekrutmen tenaga kerja oleh lingkaran tertentu yang memiliki kedekatan dengan elit internal perusahaan.
“Semua tahapan terlihat sah, tapi hasilnya itu-itu saja. Kalau pemenang sudah ditentukan sejak awal, lalu proses ini untuk siapa” sindirnya.
FPR menyebut, proyek strategis termasuk pengamanan dan pekerjaan penunjang diduga hanya berputar di kelompok tertentu. Sementara itu, rekrutmen tenaga kerja oleh kontraktor pihak ketiga juga disinyalir tidak independen, membuat masyarakat lokal sekadar pelengkap prosedur tanpa peluang nyata.
“Ini bukan transparansi, ini kamuflase. Masyarakat hanya jadi penonton dalam proses yang katanya terbuka,” tegas Syafri.
FPR juga menduga adanya keterlibatan oknum internal yang mengendalikan proyek dan rekrutmen dari balik layar. Jika terbukti, praktik ini berpotensi mengarah pada KKN, penyalahgunaan wewenang, dan pelanggaran etik serius.
Atas itu, FPR mendesak evaluasi total, pembukaan data secara transparan, serta penindakan tegas terhadap pihak yang terlibat. Aparat penegak hukum pun diminta segera turun tangan.
“Kalau ini terus dibiarkan, kami siap melakukan aksi demonstrasi skla besar dan bukan hanya di daerah, tapi sampai ke pusat,” tutup Syafri. ( Red )
