Palembang - ReaksiBerita.com -Kasus korupsi di Indonesia menjadi fenomena yang sangat mengkhawatirkan dengan skala yang semakin masif dan melibatkan kerugian negara yang fantastis. Praktik ini telah menjadi akar masalah yang merusak perekonomian negara dan keadilan sosial bagi masyarakat.
Kali ini, Himpunan Aktivisme Muda Sumatera Selatan (HAMASS), hadir membawa persoalan tentang Kasus korupsi disektor perbankan yang menjerat Bank Sumsel Babel yang didominasi oleh skandal penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) fiktif yang merugikan keuangan negara hingga miliaran rupiah.
"Sebelumnya, Kami apresiasi kinerja Kejati Sumsel dan Kejaksaan yang ada di daerah yang telah mengungkap berbagai kasus dugaan korupsi baik korupsi penyaluran KUR maupun kredit macet di tubuh Bank Sumsel Babel (BSB)," ungkap Koordinator Aksi HAMASS, Rahmat Hidayat SE dalam orasinya, Jum'at (05/06/2026)
Dilanjutkannya, pihaknya berharap agar penyelidikan dapat difokuskan pada beberapa cabang di wilayah Sumatra Selatan dengan modus operandi manipulasi data kelayakan dan penyalahgunaan identitas nasabah.
"Seperti baru-baru ini pihak Kejari Pagaralam telah menaikan status kasus korupsi KUR mikro di Bank Sumsel Cabang Pagaralam ke tahap Penyidikan. Namun berdasarkan temuan kami dilapangan dan kajian data menurut hasil audit BPK RI Perwakilan Sumsel melalui LHP Kepatuhan atas operasional tahun 2024 s.d Triwulan III tahun 2025," ujarnya.
Auditor menemukan adanya dugaan penyimpangan yang mengarah pada praktik-praktik korupsi dengan kerugian negara jauh lebih besar dilingkungan bank sumsel babel cabang pagar alam yaitu kasus korupsi kredit macet yang diduga kuat merugikan Negara sebesar Rp. 28,7 Miliar.
Ditambahkan Koordinator Lapangan, Totok Saputra, selain di BSB Cabang Pagar Alam, terdapat juga kasus dugaan korupsi potensi kredit macet sebesar Rp.2 Miliar lebih dan dan kelebihan penerimaan Kantor Cabang Martapura dan Kantor Capem Belitang atas subsidi KUR sebesar Rp981,2 juta yang tidak tepat sasaran.
"Maka dari itu, hari ini kami mendatangi Gedung Kejati Sumsel. guna memberikan dukungan dan memperkuat institusi kejaksaan untuk memerangi para koruptor khususnya di sektor perbankan yang sudah semakin merajalela merampok uang-uang rakyat dan negara," ungkap Totok.
Berikut beberapa tuntutan aksi dari HAMASS :
1. Mendesak Kejati Sumsel dan Jajaran untuk memerintahkan Kejari Pagaralam agar segera menetapkan tersangka kasus dugaan korupsi KUR di Bank Sumsel Babel Cab. Pagaralam Tahun 2024 s.d 2025.
2. Mendesak Kejati Sumsel untuk turut mengusut-tuntas dugaan korupsi terkait potensi kredit macet yang merugikan keuangan negara sebesar Rp. 28,7 Miliar di Bank Sumsel babel Cab. Pagar Alam tahun 2024 s.d 2025.
3. Mendesak Kejati Sumsel untuk turut mengusut-tuntas dugaan korupsi potensi kredit macet di Bank Sumsel Babel Capem Belitang, sebesar Rp. 2 Miliar tahun 2024 s.d 2025.
4. Mendesak Kejati Sumsel untuk segera menetapkan tersangka mulai dari Pimpinan Kepala Cabang, Wakil Kacab sampai kepada jajaran dibawah yang diduga telah melakukan perbuatan melawan hukum yang menyebabkan kerugian keuangan negara di Bank Sumsel Babel Cabang Pagara alam dan Cabang Pembantu Belitang. ( Red )
