Selasa, 01 September 2026, September 01, 2026 WIB
Last Updated 2026-09-01T12:02:16Z
DaerahHeadline

Kemarau Panjang, Karhutla Mengancam: Warga Penukal Utara Bermunajat Lewat Shalat Istisqa


Pali - ReaksiBerita.com - Kemarau panjang yang melanda Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) mulai membawa dampak serius bagi masyarakat. Sumber air semakin terbatas, tanah mengering, sementara kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus menjadi ancaman di sejumlah wilayah.


‎Di tengah kondisi tersebut, Pemerintah Kecamatan Penukal Utara memilih tidak hanya mengandalkan upaya penanganan di lapangan. Sebagai bentuk ikhtiar dan permohonan kepada Sang Pencipta agar hujan segera turun, pemerintah kecamatan bersama masyarakat menggelar Shalat Istisqa di halaman Kantor Camat Penukal Utara, Selasa (1/9/2026).


‎Shalat Istisqa merupakan salah satu ikhtiar yang dilakukan masyarakat ketika menghadapi kondisi kekeringan berkepanjangan. Kegiatan tersebut diikuti berbagai unsur pemerintahan, aparat keamanan, pemerintah desa, serta masyarakat.


‎Camat Penukal Utara, Fahrudin, mengatakan Shalat Istisqa menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam menghadapi dampak kemarau panjang dan ancaman karhutla yang terjadi di wilayah tersebut.


‎“Sholat istisqo ini merupakan salah satu ikhtiar kita bersama dalam menanggulangi karhutlah, selain upaya fisik oleh personil lapangan dan himbauan serta edukasi dan penyuluhan terhadap masyarakat,” ujar Fahrudin.


‎Menurutnya, kondisi kemarau tidak cukup hanya dihadapi melalui langkah teknis. Dibutuhkan pula kesabaran, kebersamaan, serta sinergi seluruh elemen masyarakat.


‎“Sholat istisqo juga merupakan bentuk kesabaran kita terhadap bencana dan perekat silaturahmi serta sinergi antar lapisan masyarakat,” katanya.


‎Fahrudin menegaskan bahwa kegiatan tersebut terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk unsur pemerintah maupun pihak swasta.


‎“Seluruh lapisan masyarakat kita ajak bermunajat bersama, baik pemerintah maupun swasta,” ucapnya.


‎Pelaksanaan Shalat Istisqa dipimpin oleh Imam Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Penukal Utara, H. Sohlidin, sementara khotbah disampaikan oleh Ustaz Karim.


‎Kegiatan tersebut turut dihadiri Kapolsek Penukal Utara, Danpos/TNI, para kepala desa, Kepala Puskesmas Tempirai dan Kepala Puskesmas Tanjung Baru, serta sejumlah unsur masyarakat lainnya.


‎Selain bermunajat meminta hujan, kepedulian terhadap masyarakat juga ditunjukkan melalui pembagian masker oleh TP PKK Kecamatan Penukal Utara. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan masyarakat di tengah kondisi udara yang berpotensi terdampak asap akibat kebakaran hutan dan lahan.


‎Menariknya, rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan jamuan makan bersama masyarakat. Menurut Fahrudin, jamuan tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan antara pemerintah dengan masyarakat.


‎“Di ujung acara kita adakan jamuan untuk masyarakat,” ujarnya.


‎Kemarau panjang saat ini bukan sekadar persoalan cuaca. Ketika hujan tak kunjung turun, sumber air masyarakat terancam mengering dan lahan yang semakin kering membuat potensi kebakaran semakin tinggi.


‎Karena itu, Shalat Istisqa menjadi simbol harapan masyarakat Penukal Utara agar hujan segera turun dan kondisi kembali normal. Namun, ikhtiar tersebut tetap berjalan berdampingan dengan langkah nyata di lapangan, mulai dari pencegahan karhutla, pemantauan titik rawan kebakaran, edukasi masyarakat hingga kesiapsiagaan personel menghadapi bencana.


‎Di tengah panasnya kemarau dan ancaman api yang terus menghantui, masyarakat kini menaruh harapan pada satu hal sederhana: hujan segera turun dan bumi kembali basah. ( J )