Waka II DPRD PALI

Iklan

Sabtu, 10 Januari 2026, Januari 10, 2026 WIB
Last Updated 2026-01-10T11:57:04Z

Hadapi Pengurangan TKD 2026, Bappeda PALI Pacu Kreativitas dan Optimalkan Dana CSR


PALI – ReaksiBerita.com - Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) menunjukkan optimisme tinggi dalam menatap pembangunan tahun anggaran 2026, Meski diperhadapkan pada tantangan pengurangan Transfer Ke Daerah (TKD), Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) PALI menegaskan bahwa pembangunan tidak boleh terhenti.


‎Kepala Bappeda Kabupaten PALI, Hj. Rina Anggraini, S.T., M.T., menyatakan bahwa situasi saat ini menuntut seluruh jajaran pemerintah daerah untuk berpikir kreatif dan jeli dalam memanfaatkan setiap peluang yang ada.


‎"Tahun 2026 ini dampaknya sangat terasa dengan adanya pengurangan TKD. Namun, kita tidak boleh putus asa. Di sinilah kreativitas kita diuji, bagaimana memanfaatkan peluang yang ada untuk tetap memajukan pembangunan di Kabupaten PALI," ujar Hj. Rina saat dikonfirmasi awak media pada hari Jum'at, (09/01/2025).


‎Salah satu strategi utama yang diusung Bappeda adalah memperkuat jaringan di tingkat nasional. Upaya "jemput bola" dilakukan agar program-program strategis dari pemerintah pusat dapat dialokasikan ke Bumi Serepat Serasan.


‎Menurut Hj. Rina, keberhasilan menarik program nasional seperti bantuan Alat Mesin Pertanian (Alsintan) dan bantuan pupuk sangat membantu meringankan beban APBD. "Dengan masuknya bantuan dari pusat, otomatis Pemda tidak perlu lagi menganggarkan dana untuk hal tersebut. Bappeda akan selalu mendorong setiap kebijakan Bapak Bupati agar program nasional terus mengalir ke PALI," tambahnya.


‎Selain mengandalkan APBN, Pemkab PALI juga mempertegas komitmen perusahaan swasta melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR). Hj. Rina memastikan bahwa perusahaan yang beroperasi di wilayah PALI wajib memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.


‎Untuk tahun 2026, tercatat sudah ada delapan perusahaan yang berkomitmen memberikan bantuan dengan total nilai mencapai Rp2,7 Miliar. Beberapa program unggulan yang akan segera direalisasika antara lain yaitu, PT EPI membangun 2 ruang kelas di SDN 12 Kecamatan Abab dengan total anggaran masing-masing Rp300 juta, dan PT Servo Lintas Raya melaksanakan Program peningkatan kualitas Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebanyak 16 unit rumah di Kecamatan Tanah Abang dengan total anggaran Rp400 juta.


‎Langkah kolaboratif ini diharapkan menjadi solusi cerdas di tengah keterbatasan anggaran, guna memastikan infrastruktur pendidikan dan kesejahteraan hunian masyarakat tetap menjadi prioritas utama.


‎Selain sektor pusat, Bappeda PALI juga mempertegas peran sektor swasta melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR). Hj. Rina memastikan bahwa setiap perusahaan yang beroperasi di wilayah PALI harus memiliki kontribusi nyata dalam pembangunan infrastruktur dan sosial.


‎Hingga awal tahun 2026, tercatat sebanyak delapan perusahaan telah menyatakan komitmennya dengan total bantuan mencapai Rp2,7 Miliar. Beberapa proyek strategis yang akan dijalankan melalui dana CSR tersebut.


‎"Kami ingin memastikan kehadiran korporasi di PALI berdampak langsung pada kesejahteraan warga. Dengan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan pihak swasta, kita optimis PALI akan tetap mengalami kemajuan yang luar biasa di tahun 2026 ini," tutup Hj. Rina. ( j )