Pali - ReaksiBerita.com - Insiden kebakaran diduga kembali terjadi pada pipa milik PT Pertamina yang melintasi Sungai Deras, Desa Talang Akar pukul 15.25 WIB. Peristiwa tersebut memicu kepanikan warga lantaran api dan asap terlihat keluar dari aliran pipa yang berada di sekitar rumah warga. Kamis 26 Februari 2026
Berdasarkan pantauan di lapangan, Warga sekitar berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri, khawatir api akan semakin meluas dan memicu ledakan.
Salah seorang warga sekaligus kepala dusun 8 wilayah tersebut, Revi, menyebutkan bahwa masyarakat sempat dilanda kepanikan karena petugas belum terlihat di lokasi saat api mulai membesar. “Warga panik, sementara petugas belum datang. Kami takut api makin besar,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan korban jiwa. Namun warga menilai, jika tidak segera ditangani secara maksimal, kebakaran tersebut berpotensi membesar dan mengancam keselamatan masyarakat sekitar.
Petugas pemadam kebakaran kabupaten PALI tampak berupaya memadamkan api. Namun upaya tersebut tidak berjalan mudah. Api yang diduga berasal dari pipa gas justru terlihat semakin membesar saat disiram air. Kondisi ini membuat petugas Damkar kewalahan dalam mengendalikan kobaran api.
Warga juga menyoroti lambannya respons dari pihak perusahaan. Mereka menyayangkan penanganan yang dinilai tidak sigap, terlebih insiden kebocoran pipa disebut bukan kali pertama terjadi di wilayah tersebut. “Sudah beberapa kali diperbaiki, tapi tetap saja terulang,” keluh warga lainnya.
Tak lama berselang, petugas berseragam Fire Brigade Field Pendopo tiba di lokasi dan melakukan penyemprotan gas serta busa khusus untuk menekan api. Meski demikian, api dilaporkan belum sepenuhnya padam.
Peristiwa ini kembali memunculkan tanda tanya besar terkait sistem perawatan dan pengawasan infrastruktur pipa energi di wilayah tersebut. Masyarakat berharap ada evaluasi menyeluruh dan perbaikan serius agar kejadian serupa tidak terus berulang, mengingat risiko yang ditimbulkan tidak hanya merugikan lingkungan, tetapi juga mengancam keselamatan jiwa.
Tim media berusaha untuk berkordinasi dengan pihak perusahaan guna mendapatkan penjelasan lebih detail terkait insiden ini, namun belum ada tanggapan resmi dari pihak perusahaan. ( J )
