Pali - ReaksiBerita.com - Sorotan tajam kini tertuju pada gedung wakil rakyat Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan. Sikap tegas yang selama ini ditunjukkan Ketua DPRD PALI, H. Ubaidillah, terhadap pihak eksekutif dan perusahaan swasta, kini mulai dipertanyakan konsistensinya. Muncul persepsi publik bahwa taji sang Ketua hanya tajam ke luar, namun tumpul ketika berhadapan dengan dinamika internal legislatif sendiri.
Kritik ini mencuat seiring dengan tuntutan masyarakat agar DPRD PALI tidak hanya garang dalam memanggil pihak luar, tetapi juga harus mampu menjaga kedisiplinan dan soliditas di dalam rumah sendiri. Pasalnya, marwah lembaga legislatif sangat bergantung pada bagaimana aturan main ditegakkan tanpa pandang bulu.
Kritik Pedas Tokoh Muda: "Jangan Sampai Muncul Persepsi Negatif"
Ketidakseimbangan respons ini memicu reaksi keras dari berbagai elemen masyarakat. Tokoh muda PALI, Riko, memberikan pernyataan menohok terkait situasi ini. Menurutnya, keberanian Ketua DPRD dalam mengawasi jalannya pemerintahan daerah adalah hal yang patut diapresiasi, namun hal itu harus dibarengi dengan ketegasan internal yang setara.
"Konsistensi sikap dan keberanian dalam mengawasi jalannya pemerintahan daerah merupakan kunci utama dalam menjaga kepercayaan publik. Kita tidak ingin melihat ada standar ganda dalam penegakan fungsi kontrol," tegas Riko saat memberikan pandangannya kepada reaksiberita.com, Minggu (29/3/2026).
Lebih lanjut, Riko memperingatkan bahwa jika ada kesan membiarkan masalah internal sementara pihak luar ditekan habis-habisan, maka kredibilitas lembaga akan hancur di mata rakyat.
"Ketika respons dianggap tidak seimbang, hal ini berpotensi menimbulkan persepsi negatif serta menurunkan kredibilitas lembaga DPRD itu sendiri. Rakyat menonton, dan mereka butuh kepastian bahwa wakilnya bekerja secara profesional di segala lini," tambahnya dengan lugas.
Sorotan pada Kedisiplinan dan Fungsi Kontrol
Isu ini menjadi hangat di tengah upaya Ketua DPRD PALI yang belakangan gencar menyoroti legalitas operasional perusahaan dan kebijakan eksekutif. Namun, publik juga mencatat beberapa agenda penting di DPRD yang terkendala masalah kehadiran anggota (kuorum), yang seharusnya menjadi tanggung jawab pimpinan untuk menertibkannya.
Ketegasan H. Ubaidillah saat menghadapi perusahaan yang mangkir dari panggilan Rapat Dengar Pendapat (RDP) beberapa waktu lalu memang patut diacungi jempol. Namun, semangat yang sama kini dituntut untuk diterapkan secara internal agar setiap kebijakan yang dihasilkan benar-benar memiliki bobot moral yang kuat.
Upaya Konfirmasi yang Berliku: Sempat Bungkam
Namun, upaya untuk mendapatkan kejelasan dari pucuk pimpinan legislatif PALI ini tidaklah mudah. Sebelum berita ini diturunkan, tercatat beberapa kali upaya konfirmasi yang dilayangkan oleh redaksi reaksiberita.com justru menemui jalan buntu.
H. Ubaidillah sebelumnya sempat terkesan bungkam dan enggan memberikan respons atas beberapa poin konfirmasi yang diajukan melalui pesan singkat maupun sambungan telepon. Sikap diam sang Ketua ini sempat memicu spekulasi di kalangan awak media mengenai sejauh mana keterbukaan informasi publik dijalankan oleh lembaga terhormat tersebut.
Menanggapi arus kritik dan sorotan tersebut, Ketua DPRD PALI, H. Ubaidillah, akhirnya angkat bicara. Saat dikonfirmasi, politisi senior ini menegaskan bahwa dirinya tetap berkomitmen menjalankan tugas sesuai dengan amanat undang-undang dan tata tertib dewan yang berlaku.
"Kami di DPRD PALI bekerja berdasarkan regulasi. Tidak ada istilah pilih kasih atau lemah di satu sisi. Fungsi pengawasan ke eksekutif adalah kewajiban konstitusional, begitu juga dengan pembinaan internal yang terus kami upayakan agar berjalan harmonis namun tetap disiplin," ujar H. Ubaidillah singkat namun tegas.
Ia juga menyambut baik masukan dari tokoh pemuda dan masyarakat sebagai bagian dari kontrol sosial bagi lembaga yang dipimpinnya. "Kritik adalah vitamin bagi kami. Kami pastikan marwah DPRD PALI tetap terjaga demi kepentingan masyarakat Bumi Serepat Serasan," pungkasnya.
Kini, publik tinggal menunggu apakah 'pedang' keadilan Ketua DPRD PALI akan benar-benar menebas semua rintangan, baik yang datang dari luar maupun dari dalam tembok gedung wakil rakyat tersebut. ( J )
