Pali - ReaksiBerita.com - Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPRD Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) menyampaikan pandangan umum terhadap Nota Pengantar Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati PALI Tahun Anggaran 2025 dalam rapat paripurna DPRD yang digelar pada hari Senin 06 April tahun 2026.
Dalam penyampaiannya, Fraksi PAN memberikan apresiasi atas kinerja Pemerintah Kabupaten PALI yang dinilai telah menunjukkan perkembangan positif di berbagai sektor pembangunan, baik dari sisi program unggulan, realisasi anggaran, maupun capaian indikator makro daerah.
Fraksi PAN menilai, penetapan 13 program unggulan periode 2025–2029 sudah sejalan dengan visi dan misi pembangunan Kabupaten PALI. Program seperti PALI Sehat Bersama, PALI Terdidik, Satu Desa Satu Produk (OVOP), serta PALI Bebas Buta Baca Al-Quran dinilai relevan dengan kebutuhan masyarakat.
“Program-program tersebut sangat strategis karena berfokus pada peningkatan kualitas hidup masyarakat dan pemberdayaan potensi daerah,” demikian pandangan Fraksi PAN dalam rapat paripurna.
Selain itu, PAN juga mendukung prioritas pembangunan tahun 2025 yang mencakup pengembangan infrastruktur, pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan, reformasi birokrasi, penurunan kemiskinan dan stunting, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Dari sisi keuangan daerah, Fraksi PAN menyoroti realisasi pendapatan daerah yang mencapai 99,58 persen dari target, dengan pendapatan transfer bahkan mencapai 100,23 persen.
Meski demikian, PAN meminta pemerintah daerah agar terus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang realisasinya tercatat 96,79 persen
Menurut Fraksi PAN, optimalisasi PAD dapat dilakukan melalui perluasan basis pajak daerah, pengelolaan aset yang lebih maksimal, serta pengembangan sektor ekonomi lokal yang berpotensi meningkatkan penerimaan daerah.
Untuk belanja daerah, realisasi tercatat mencapai 89,49 persen, sementara belanja modal berada di angka 85,58 persen.
Fraksi PAN mendorong agar realisasi belanja, khususnya belanja modal, dapat dipercepat karena berkaitan langsung dengan pembangunan infrastruktur produktif dan kebutuhan masyarakat.
Selain itu, penggunaan belanja tidak terduga yang masih rendah, yakni 7,21 persen, juga menjadi catatan agar lebih optimal dalam merespons kebutuhan mendesak dan kondisi darurat.
Fraksi PAN juga mengapresiasi capaian indikator makro Kabupaten PALI sepanjang tahun 2025, di antaranya IPM meningkat menjadi 70,55 poin, angka kemiskinan turun menjadi 4,32 persen, tingkat pengangguran menurun menjadi 3,69 persen, dan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,72 persen pada Kuartal III 2025.
Menurut PAN, capaian tersebut menjadi bukti bahwa pembangunan yang dijalankan pemerintah telah memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Sebagai masukan, Fraksi PAN meminta agar program unggulan memiliki target yang jelas, monitoring yang terstruktur, serta evaluasi berkala.
Selain itu, kerja sama dengan berbagai pihak untuk mengembangkan sektor pariwisata, pertanian bernilai tambah, dan UMKM juga perlu ditingkatkan guna memperkuat PAD daerah.
Di akhir pandangannya, Fraksi PAN menyatakan dukungan terhadap upaya Pemerintah Kabupaten PALI dalam menjalankan amanat rakyat dan berharap laporan tersebut menjadi dasar evaluasi untuk meningkatkan kinerja pemerintahan ke depan. ( J )
