Pali - ReaksiBerita.com - Kabar duka menyelimuti keluarga Antap Mustofa setelah dua anaknya, Andika Alam Saputra dan Hulya Aliya Felis, meninggal dunia. Peristiwa tersebut mendapat perhatian dari Wakil Ketua DPRD Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Firdaus Hasbullah, yang menyampaikan belasungkawa sekaligus meminta pemerintah daerah tidak tinggal diam menghadapi ancaman penyakit, khususnya demam berdarah dengue (DBD).
Firdaus menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya kedua anak tersebut. Ia berharap keduanya mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.
“Saya Firdaus Hasbullah, Wakil Ketua DPRD PALI mengucapkan duka cita mendalam atas wafatnya dua ananda kita, Andika Alam Saputra dan Hulya Aliya Felis, putri dari kakanda Antap Mustofa,” ujar Firdaus. Rabu 26 Agustus 2026.
Ia mengajak masyarakat mendoakan kedua almarhum serta memberikan dukungan moril kepada keluarga yang sedang berduka.
“Kita doakan kedua ananda ditempatkan di sisi Allah SWT. Kepada keluarga kakanda Antap Mustofa, semoga diberikan ketabahan dan kesabaran,” katanya.
Namun, menurut Firdaus, persoalan tersebut tidak cukup hanya disikapi dengan ucapan belasungkawa. Pemerintah Kabupaten PALI, khususnya Dinas Kesehatan, dinilai perlu segera melakukan langkah konkret untuk mencegah potensi penyebaran DBD yang lebih luas.
Firdaus meminta penanganan tidak hanya berfokus pada wilayah Talang Ubi, tetapi dilakukan secara menyeluruh di seluruh kecamatan di Kabupaten PALI.
“Kami juga meminta kepada Dinas Kesehatan PALI untuk melakukan langkah-langkah lanjutan untuk mencegah penyakit demam berdarah ini meluas. Bukan cuma di Talang Ubi, tetapi di seluruh PALI,” tegasnya.
Menurutnya, kondisi cuaca saat ini harus menjadi perhatian serius pemerintah. Perubahan kondisi lingkungan dan cuaca dapat meningkatkan risiko munculnya berbagai penyakit yang mengancam masyarakat.
Selain DBD, Firdaus juga mengingatkan potensi penyakit lain seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan diare.
“Mengingat kondisi cuaca saat ini yang sangat rentan munculnya penyakit seperti DBD, ISPA, diare dan lain-lain,” ujarnya.
Soroti Pelayanan RSUD
Selain meminta Dinas Kesehatan memperkuat langkah pencegahan, Firdaus juga menyoroti pelayanan di RSUD Anwar Mahakil. Ia meminta manajemen rumah sakit melakukan evaluasi dan meningkatkan kualitas pelayanan terhadap pasien.
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul adanya keluhan yang disampaikan Antap Mustofa terkait pelayanan yang diterima keluarganya.
Firdaus menilai setiap keluhan masyarakat semestinya menjadi bahan evaluasi, bukan sekadar berhenti sebagai laporan.
“Kami juga meminta kepada manajemen RSUD Anwar Mahakil untuk meningkatkan pelayanan terhadap pasien, agar keluhan-keluhan seperti yang disampaikan kakanda Antap Mustofa bisa diperbaiki lagi,” katanya.
Firdaus menegaskan bahwa pelayanan kesehatan merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, pemerintah dan fasilitas kesehatan harus memastikan masyarakat mendapatkan penanganan yang cepat, layak, dan manusiawi, terutama ketika menghadapi kondisi kesehatan yang serius.
Ia berharap peristiwa ini menjadi momentum bagi Pemkab PALI untuk memperkuat upaya pencegahan penyakit, meningkatkan kesiapsiagaan fasilitas kesehatan, sekaligus mengevaluasi kualitas pelayanan di rumah sakit.
Bagi DPRD, persoalan kesehatan masyarakat tidak boleh baru mendapat perhatian setelah muncul korban. Upaya pencegahan, edukasi, pemberantasan sarang nyamuk, hingga peningkatan kualitas pelayanan kesehatan harus berjalan sebelum persoalan berkembang menjadi krisis.( Red )
