Minggu, 09 Agustus 2026, Agustus 09, 2026 WIB
Last Updated 2026-08-09T07:20:50Z
DaerahHeadline

Ribuan Warga Ikuti Bekarang di PALI, Asgianto Ajak Jaga Sungai dan Danau ‎


Pali - ReaksiBerita.com - Upaya melestarikan budaya dan tradisi masyarakat yang telah diwariskan secara turun-temurun terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan.


‎Salah satunya melalui kegiatan Bekarang, tradisi menangkap ikan bersama yang menjadi bagian dari budaya masyarakat PALI. Kegiatan tersebut digelar di Danau Sebetung, Desa Mangku Negara, Kecamatan Penukal, Minggu (9/8/2026).


‎Kegiatan yang dikemas dalam rangkaian pesta rakyat itu mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Ribuan warga turut ambil bagian dalam tradisi menangkap ikan tersebut.


‎Dalam pelaksanaannya, masyarakat hanya diperbolehkan menggunakan peralatan tradisional seperti tanggul, tangkul, dan sekap ikan. Aturan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga nilai tradisi sekaligus kelestarian ekosistem perairan.


‎Bupati PALI, Asgianto, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut mengatakan, Bekarang merupakan bagian dari rangkaian pesta rakyat yang diharapkan dapat terus dilestarikan dan dikembangkan pada masa mendatang.


‎"Acara hari ini sebetulnya bagian dari rangkaian pesta rakyat. Tapi, mudah-mudahan ke depan kita lestarikan. Ke depan makin menambah hasil dari budidaya pengembangan kelompok tani," ujar Asgianto.


‎Menurutnya, pelestarian tradisi Bekarang juga akan diiringi dengan upaya menjaga populasi ikan di perairan PALI. Pemerintah berencana menebarkan bibit ikan di sejumlah danau dan sungai yang ada di wilayah Kabupaten PALI.


‎Asgianto berharap kegiatan serupa dapat terus berkembang dan semakin banyak masyarakat yang terlibat.


‎"Ini hari ini baru 3.000-an. Mudah-mudahan tahun depan bisa 5.000 atau lebih pesertanya," katanya.


‎Tak hanya mengajak masyarakat menikmati hasil kekayaan perairan, Asgianto juga mengingatkan pentingnya menjaga danau dan sungai agar tetap menjadi sumber kehidupan bagi generasi mendatang.


‎Ia secara tegas meminta masyarakat tidak menggunakan cara-cara yang dapat merusak ekosistem perairan, seperti menyetrum atau menebas ikan.


‎"Pesannya kepada masyarakat, ayo gemar makan ikan dan lestarikan. Jangan pernah tersetrum, jangan pernah tebas, ya, karena anak cucu kita kelak tetap pacak menikmati ikan-ikan yang ada ini," tegasnya.


‎Selain persoalan kelestarian perairan, Bupati PALI juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan, terlebih saat memasuki musim kemarau.


‎Ia meminta masyarakat tidak melakukan pembakaran saat membuka lahan. Para perokok juga diminta memastikan puntung rokok benar-benar padam sebelum dibuang.


‎"Karena ini memasuki kemarau, kita sedang menghadapi El Nino Godzilla, saya mengimbau kepada seluruh masyarakat jangan pernah membakar dalam membuka lahan," ujarnya.


‎"Dan kedua bagi para perokok, agar benar-benar mematikan puntung rokoknya agar tidak menjadi sumber dari pada kebakaran di daerah kita Kabupaten PALI," sambung Asgianto.


‎Menurutnya, menjaga lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh masyarakat.


‎"Mari sama-sama kita cintai Kabupaten kita ini. Salam Cinta PALI!" pungkasnya. ( J )