Pali - ReaksiBerita.com - Upaya melestarikan budaya dan tradisi masyarakat yang telah diwariskan secara turun-temurun terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan.
Salah satunya melalui kegiatan Bekarang, tradisi menangkap ikan bersama yang menjadi bagian dari budaya masyarakat PALI. Kegiatan tersebut digelar di Danau Sebetung, Desa Mangku Negara, Kecamatan Penukal, Minggu (9/8/2026).
Kegiatan yang dikemas dalam rangkaian pesta rakyat itu mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Ribuan warga turut ambil bagian dalam tradisi menangkap ikan tersebut.
Dalam pelaksanaannya, masyarakat hanya diperbolehkan menggunakan peralatan tradisional seperti tanggul, tangkul, dan sekap ikan. Aturan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga nilai tradisi sekaligus kelestarian ekosistem perairan.
Bupati PALI, Asgianto, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut mengatakan, Bekarang merupakan bagian dari rangkaian pesta rakyat yang diharapkan dapat terus dilestarikan dan dikembangkan pada masa mendatang.
"Acara hari ini sebetulnya bagian dari rangkaian pesta rakyat. Tapi, mudah-mudahan ke depan kita lestarikan. Ke depan makin menambah hasil dari budidaya pengembangan kelompok tani," ujar Asgianto.
Menurutnya, pelestarian tradisi Bekarang juga akan diiringi dengan upaya menjaga populasi ikan di perairan PALI. Pemerintah berencana menebarkan bibit ikan di sejumlah danau dan sungai yang ada di wilayah Kabupaten PALI.
Asgianto berharap kegiatan serupa dapat terus berkembang dan semakin banyak masyarakat yang terlibat.
"Ini hari ini baru 3.000-an. Mudah-mudahan tahun depan bisa 5.000 atau lebih pesertanya," katanya.
Tak hanya mengajak masyarakat menikmati hasil kekayaan perairan, Asgianto juga mengingatkan pentingnya menjaga danau dan sungai agar tetap menjadi sumber kehidupan bagi generasi mendatang.
Ia secara tegas meminta masyarakat tidak menggunakan cara-cara yang dapat merusak ekosistem perairan, seperti menyetrum atau menebas ikan.
"Pesannya kepada masyarakat, ayo gemar makan ikan dan lestarikan. Jangan pernah tersetrum, jangan pernah tebas, ya, karena anak cucu kita kelak tetap pacak menikmati ikan-ikan yang ada ini," tegasnya.
Selain persoalan kelestarian perairan, Bupati PALI juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan, terlebih saat memasuki musim kemarau.
Ia meminta masyarakat tidak melakukan pembakaran saat membuka lahan. Para perokok juga diminta memastikan puntung rokok benar-benar padam sebelum dibuang.
"Karena ini memasuki kemarau, kita sedang menghadapi El Nino Godzilla, saya mengimbau kepada seluruh masyarakat jangan pernah membakar dalam membuka lahan," ujarnya.
"Dan kedua bagi para perokok, agar benar-benar mematikan puntung rokoknya agar tidak menjadi sumber dari pada kebakaran di daerah kita Kabupaten PALI," sambung Asgianto.
Menurutnya, menjaga lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh masyarakat.
"Mari sama-sama kita cintai Kabupaten kita ini. Salam Cinta PALI!" pungkasnya. ( J )
