Jumat, 18 September 2026, September 18, 2026 WIB
Last Updated 2026-09-18T15:11:28Z
DaerahHeadline

Udara Tak Sehat Jadi Perhatian, Disdik PALI Segera Koordinasi Bahas Nasib PTM


Pali – ReaksiBerita.com – Desakan agar pembelajaran tatap muka (PTM) di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dihentikan sementara menyusul kondisi udara yang dinilai sangat tidak sehat mendapat respons dari Dinas Pendidikan (Disdik) PALI.

‎

‎Kepala Dinas Pendidikan PALI, Harun, menyampaikan bahwa pihaknya memahami kekhawatiran masyarakat terhadap kondisi udara yang dapat berdampak terhadap kesehatan para siswa. Menurutnya, masukan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap dunia pendidikan dan keselamatan peserta didik.

‎

‎“Kami ucapkan terima kasih atas saran agar dihentikannya pembelajaran tatap muka. Itu bentuk kepedulian terhadap siswa yang ada di PALI,” ujar Harun. Jum'at 18 September 2026

‎

‎Harun mengatakan, Disdik PALI tidak akan mengambil keputusan secara sepihak. Pihaknya akan segera melakukan rapat koordinasi bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk membahas kondisi udara dan dampaknya terhadap kegiatan belajar mengajar.

‎

‎“Kami akan segera melakukan rapat koordinasi dengan OPD terkait, seperti Dinas Kesehatan, LH, BPBD dan pastinya kami akan laporan juga ke Asisten I terkait perihal ini,” jelasnya.

‎

‎Menurut Harun, kondisi udara di PALI terus menjadi perhatian Disdik. Pemantauan dilakukan untuk melihat perkembangan kualitas udara di sejumlah wilayah sebelum menentukan langkah terhadap kegiatan pembelajaran di sekolah.

‎

‎“Kami terus memantau kondisi udara yang ada di PALI,” katanya.

‎

‎Menariknya, Disdik PALI telah menyiapkan skema apabila kondisi udara tidak sehat terjadi secara berbeda di masing-masing wilayah. Artinya, keputusan tidak serta-merta harus diberlakukan untuk seluruh sekolah di Kabupaten PALI.

‎

‎“Kami juga sudah ada skema. Kita akan lihat kondisi cuaca di daerah tertentu. Misal di Talang Ubi sangat buruk, mungkin untuk wilayah Talang Ubi kita liburkan. Tapi keputusan ini akan kami rapatkan dengan OPD terkait,” ungkap Harun.

‎

‎Pernyataan tersebut menjadi jawaban atas desakan sejumlah pihak yang meminta agar siswa tidak dipaksakan mengikuti pembelajaran tatap muka ketika kondisi udara berada pada level yang membahayakan kesehatan.

‎

‎Disdik PALI tampaknya memilih pendekatan berbasis kondisi wilayah. Jika suatu daerah mengalami kualitas udara yang jauh lebih buruk dibandingkan wilayah lainnya, opsi penghentian sementara PTM di wilayah tersebut dapat dipertimbangkan.

‎

‎Langkah ini sekaligus menunjukkan bahwa keputusan mengenai aktivitas sekolah akan mempertimbangkan kondisi faktual di lapangan, bukan semata-mata berdasarkan situasi umum Kabupaten PALI.

‎

‎Harun juga membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan masukan terkait kondisi pendidikan maupun situasi udara yang berdampak terhadap siswa.

‎

‎“Kami selalu menerima usulan jika masyarakat ada masukan lain,” tutupnya.

‎

‎Dengan kondisi udara yang masih menjadi perhatian, masyarakat kini menunggu hasil koordinasi lintas-OPD tersebut. Keputusan selanjutnya diharapkan dapat memberikan kepastian bagi sekolah, orang tua, dan terutama para siswa. ( J )