Senin, 19 Oktober 2026, Oktober 19, 2026 WIB
Last Updated 2026-10-19T12:14:09Z
DaerahHeadline

Sambut Hari Santri dan Hut Jatman, PCNU PALI Adakan Pengajian, Dzikir dan Doa bersama Imam Besar Masjid Al Aqso Palestina


Pali - ReaksiBerita.com - Untuk meningkatkan keimanan umat beragama dan ketakwaan terhadap Sang pencipta, pondok pesantren Tarbiyatul Islamiyah Mambaul Hikam Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) yang beralamatkan di bilangan Koplek perumahan Alam KM10 Kelurahan Handayani Mulya Kecamatan Talang Ubi melaksanakan Pengajian, Dzikir dan Doa bersama,  Senin (19/10/2026).


Kegiatan yang dirangkum dalam peringatan Hari Santri Nasional 2026 dan Hut Jatman (Jam'iyyah Ahlith Thariqah al-Mu'tabarah an-Nahdliyyah) atau lebih dikenal dengan Toriqoh, yang merupakan salah satu Banom di tubuh Nahdlatul Ulama (NU). Diisi oleh Syaikh Sayyid Dr. Ammar Azmi Ar Rafati AlJailani Al Hasani yang merupakan Imam Besar Masjid Al-Aqso di Palestina.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut, KH. Miftahuddin Kasno (Roï's ID) menjabat Wustha Jatman Sumsel, Dr. KH. Erlin Susri, S.Sos.I., M.Pd.I. Ketua PCNU Kabupaten PALI, H. Imam Turmudzi merupakan Rois Syuriah PCNU PALI, KH. Najib Fathoni Al-Kaponi merupakan Mudir ID. Sabbiyah Jatman PALI, dan sejumlah pengurus Jatman Kota Prabumulih.


Dalam sambutannya, ketua PCNU PALI, Dr. KH. Erlin Susri, S.Sos.I., M.Pd.I. atau kerap disapa Ustad Erlin ini mengungkapkan kebahagiaannya dalam kegiatan tersebut dapat dihadiri langsung oleh Syaikh Sayyid Dr. Ammar Azmi Ar Rafati AlJailani Al Hasani dari Palestina.


"Alhamdulillah syukur, dalam rangka Hut Jatman ke-69 dan menyambut hari santri nasional 2026, di ponpes kita ini (Tarbiyatul Islamiyah Mambaul Hikam, red) dapat dihadiri oleh imam besar masjid Al-Aqso. Kehadiran beliau, menjadi penyemangat bagi kita, dan keberkahan untuk kita khususnya, dan untuk Kabupaten PALI pada umumnya," Ungkap Rektor STIT Mambaul Hikam Kabupaten ini saat membuka kegiatan pengajian tersebut.


Lebih lanjut, dirinya sangat berharap, dengan mengikuti pengajian, dzikir dan doa bersama ini, baik jamaah maupun santri yang hadir dapat menyerap apa yang disampaikan oleh cicit keturunan dari Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani dan Sayyidina Hasan bin Ali RA.


"Beliau telah hafal Al-Qur'an dan Hadis sejak usia 11tahun, meraih sanad 14 qiraat dengan sanad muttashil (bersambung) ke Rasulullah SAW, menyelesaikan pendidikan S-3 (Doktoral). Semoga menjadi teladan dan keinginan kita untuk menimba ilmu dari beliau, agar nanti dapat kita terapkan dan menjadi berkah untuk kita," Imbuhnya.


Dikesempatan yang sama ketua Jatman PALI KH Najib Fathoni Al-Kaponi, membeberkan singkat tentang Jamtan dan fungsi dari Banom Jamtan tersebut serta pentingnya kegiatan pengajian, dzikir dan doa bersama tersebut.


"Jamtan bisa dibilang perkumpulan atau badan otonom (Banom,red) pengamalan-pengamalan toriqoh yang ada di tubuh NU, kami mengajak toriqoh bermasyarakat khusus dikabupaten PALI. Tujuannya tidak lain untuk mendekatkan diri kepada Allah dan menjalnkansebagai hambanya," Pungkasnya. ( Red )